Breaking News

Rumah Terancam Ambruk Dampak Kemiskinan Masyarakat Jateng dan Tak Tersentuh Bansos, Kades Tegaskan Proposal RTLH Sudah Diajukan

UPDATE 24JAM SRAGEN — Nasib naas dialami oleh Rusmini, seorang janda miskin warga Brakbunder RT 10, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen. Rumah tinggalnya kini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan dan terancam ambruk, sehingga ia terpaksa menumpang tidur di rumah orang tuanya. Untuk menahan struktur bangunan agar tidak runtuh, tembok rumahnya saat ini hanya disangga seadanya menggunakan kayu.

"Temboknya mau ambruk, disangga kayu," ujar Sri Wahono, tokoh masyarakat Tangen.

Sri Wahono menceritakan bahwa setahun yang lalu, pihaknya telah membantu mengajukan proposal Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ditujukan kepada Bupati Sragen. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan atau respons terealisasinya bantuan tersebut. Ia pun merasa cemas bantuan baru akan datang setelah rumahnya benar-benar roboh.

Kehidupan Rusmini dipenuhi berbagai cobaan. Sebelumnya, ia pernah mengadu nasib ke Malaysia sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Namun, karena sering sakit-sakitan, ia terpaksa pulang tanpa membawa hasil. Kemalangan berlanjut saat anak tunggalnya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di depan Mie Gacoan Sragen belum lama ini. Kini, untuk menyambung hidup, Rusmini hanya mengandalkan penghasilan dari berjualan teh di sudut Pasar Janglot, sembari berjuang dengan kondisi kesehatannya yang sering kambuh hingga harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Rasa kecewa Rusmini kian bertambah ketika mengetahui status Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) miliknya berada pada kategori Desil 6–10 (kelompok masyarakat mampu). Hal ini membuatnya tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial. Padahal di sisi lain, ia menyaksikan tetangganya yang memiliki rumah tembok, sawah, tegalan, dan sepeda motor justru menerima bantuan beras sebanyak 30 kg.

Menanggapi keluhan dan kondisi yang dialami warga Bunder RT 10 tersebut, Kepala Desa Katelan, Kunto Cahyono, memberikan klarifikasi terkait langkah-langkah yang telah ditempuh oleh pihak pemerintah desa.

Kunto Cahyono menegaskan bahwa Pemerintah Desa Katelan tidak tinggal diam dan telah menindaklanjuti pendataan warga yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah sesuai arahan dari Bupati Sragen.

"Kemarin ternyata sudah kita usulkan, Bro. Kemarin yang diminta data dari Ibu Bupati itu toh, kan minta daftar warga yang layak dibedah rumah itu sudah kita ajukan. Jadi sudah kita masukkan," terang Kunto Cahyono.

Mengenai status pendataan desil Rusmini yang masuk kategori mampu (Desil 6–10) sehingga mengganjal penerimaan bantuan, Kades Katelan menyebutkan pihak desa belum sempat melakukan pengecekan mendalam terkait klasifikasi desil tersebut pada saat pendataan awal.
"Mungkin belum kita pihak mengecek masalah desilnya saat itu," tambahnya.

Pemerintah Desa Katelan berharap pengajuan proposal RTLH bagi warga kurang mampu seperti Ibu Rusmini dapat segera diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh instansi terkait agar bantuan perbaikan rumah dapat segera terealisasi.

Bisyri Mushthofa

0 Komentar

© Copyright 2026 - UPDATE24JAM.ID