Breaking News

Pesta Rakyat Desa Pakah: Dari Berebut Jembulan, Bakar Ogoh-Ogoh Tikus, Hingga Pentas Wayang "Kembalinya Dewi Sri"

UPDATE 24JAM ​NGAWI — Kemeriahan luar biasa mewarnai perayaan tradisi Bersih Desa di Desa Pakah, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, pada Jumat Legi, 11 September 2026. Rangkaian kegiatan adat yang dipusatkan di Lapangan Desa Pakah tersebut berhasil menyedot perhatian warga setempat maupun pengunjung dari wilayah sekitar yang antusias menyaksikan tradisi tahunan ini.

​Suasana lapangan mulai bergemuruh sejak pukul 13.00 WIB saat prosesi tradisi Jembulan dimulai. Ribuan warga tampak memadati setiap sudut lapangan untuk menyaksikan irak-irakan hasil bumi. Ketegangan dan kegembiraan pecah di tengah-tengah acara ketika warga saling berdesakan dan bersukaria berebut aneka hasil pertanian yang dibawa ke tengah lapangan sebagai bentuk pencarian berkah.

​Usai ritual perebutan jembulan yang seru, acara dilanjutkan dengan aksi simbolis yang menyita perhatian publik, yaitu pembakaran patung Ogoh-Ogoh berbentuk tikus. Aksi ini disimbolkan sebagai bentuk perlawanan warga terhadap hama tikus yang selama ini merusak tanaman padi petani, sekaligus kritik sosial terhadap praktik korupsi atau "tikus berdasi" yang merugikan masyarakat.

​Sorak-sorai penonton kembali membahana saat deretan pembarong dan penari Reog Ponorogo tampil menghentak lapangan. Atraksi reog yang memukau dengan gerak tari energik dan seni tari topeng dadak merak tersebut makin menyemarakkan suasana sore hari di Desa Pakah, menghibur ribuan pasang mata yang hadir.

​Tak berhenti di siang hari, kemeriahan pesta rakyat ini berlanjut hingga malam hari dengan nuansa spiritual dan kebudayaan. Panitia menyelenggarakan acara pengajian umum yang dilanjutkan dengan seni pertunjukan wayang kulit semalam suntuk.

Lakon wayang yang dibawakan malam ini mengambil judul "Kembalinya Dewi Sri", sebuah simbul kembalinya kesuburan dan kemakmuran pertanian desa.

​Sekretaris Desa Pakah, Nur Khoiri, yang hadir mewakili Kepala Desa Pakah, Sumargono, menjelaskan makna penting dibalik terselenggaranya rangkaian acara adat ini. Menurutnya, tradisi tersebut merupakan simbol kebersamaan sekaligus wujud rasa syukur seluruh warga desa.

​"Acara Bersih Desa ini merupakan agenda tahunan yang rutin kita gelar sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Desa Pakah atas melimpahnya hasil bumi dan rezeki yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga," ujar Nur Khoiri.

​Melalui perpaduan antara tradisi lokal, kritik sosial, religi, dan seni budaya ini, masyarakat Desa Pakah berharap desa mereka senantiasa diberikan keharmonisan, keberkahan, serta kelancaran panen pada musim-musim mendatang. Acara berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh rasa kekeluargaan hingga akhir kegiatan.

Bisyri Mushthofa

0 Komentar

© Copyright 2026 - UPDATE24JAM.ID