Breaking News

8 RW Terancam Kekeringan, Pemdes Bojong Jengkol Jadikan Air Bersih Prioritas Utama Pembangunan 2027

BOJONG JENGKOL, CIAMPEA  Update 24 Jam.id   Persoalan air bersih kembali menjadi perhatian serius dalam arah kebijakan pembangunan Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Melalui  Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes)pemerintah desa menempatkan pembangunan sarana dan prasarana air bersih sebagai salah satu agenda penting yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat pada tahun 2027.

Bukan tanpa alasan. Delapan wilayah RW di Desa Bojong Jengkol setiap tahun menghadapi persoalan kekeringan terutama ketika musim kemarau. Kondisi tersebut membuat warga harus berulang kali mendapatkan bantuan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Situasi inilah yang mendorong Pemerintah Desa Bojong Jengkol untuk tidak hanya mengandalkan bantuan air bersih saat kekeringan terjadi, tetapi mulai memikirkan solusi pembangunan sarana dan prasarana air bersih yang lebih berkelanjutan.

Kepala Desa Bojong Jengkol, Awalludin Ma’rifatullah, menegaskan bahwa kebutuhan air bersih merupakan persoalan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan desa.

Untuk arah kebijakan pembangunan tahun 2027, salah satu yang menjadi fokus kami adalah sarana dan prasarana air bersih, khususnya di delapan wilayah RW yang setiap tahun selalu mengalami kekeringan dan meminta bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warganya,ujar Awalludin Ma’rifatullah.

Dari Bantuan Air Bersih Menuju Solusi Jangka Panjang.

Menurut Awalludin, kondisi kekeringan yang terus berulang perlu dijawab dengan perencanaan pembangunan yang lebih terarah. Pemerintah desa berharap program yang direncanakan nantinya dapat memberikan manfaat nyata dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan air bersih ketika musim kemarau.

Musrenbangdes 2027 menjadi momentum untuk menyatukan kebutuhan masyarakat dengan kemampuan anggaran desa sehingga program yang dihasilkan benar-benar memiliki manfaat bagi warga.

Namun pembangunan desa tidak hanya diarahkan pada kebutuhan infrastruktur.

Pemdes Bojong Jengkol juga memberikan perhatian terhadap peningkatan ekonomi keluarga pra sejahtera melalui program pemberdayaan masyarakat.

Anggaran Desa Diharapkan Menggerakkan Ekonomi Warga

Awalludin berharap sumber-sumber anggaran desa, baik Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), BHPRD maupun Bantuan Keuangan Desa (Bankeudes) dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Salah satunya melalui pelatihan, pembinaan dan pengembangan potensi ekonomi masyarakat sehingga warga tidak hanya menjadi penerima program, tetapi mampu memiliki keterampilan dan kegiatan produktif yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Selain sarana air bersih, kami juga berharap anggaran yang diterima, baik DD, ADD, BHPRD dan Bankeudes, dapat teralokasikan untuk meningkatkan ekonomi keluarga pra sejahtera. Kegiatannya bisa berupa pelatihan dan pembinaan yang dapat menggali potensi ekonomi masyarakat, sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarganya,”** jelasnya.

Musrenbangdes Bukan Sekadar Seremonial

Musrenbangdes Desa Bojong Jengkol juga menjadi ruang bagi masyarakat dan unsur pemerintahan untuk menyampaikan aspirasi, masukan serta usulan program pembangunan yang akan menjadi bahan penyusunan RKPDes Tahun Anggaran 2027.

Pembahasan mencakup hasil pembangunan yang telah dicapai, program yang masih menjadi perhatian, hingga rencana pembangunan dan pemberdayaan masyarakat ke depan.

Harapannya, perencanaan pembangunan Desa Bojong Jengkol tahun 2027 tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi mampu melahirkan program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Dari persoalan air bersih hingga penguatan ekonomi keluarga, Musrenbangdes menjadi momentum penting bagi Bojong Jengkol untuk menyusun arah pembangunan yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan dan berpihak pada kebutuhan warga.

Jurnalis:Jani
Editor:Nofis

0 Komentar

© Copyright 2026 - UPDATE24JAM.ID