LIPUTAN KHUSUS PATI — Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Kabupaten Pati, Kamis (13/8/2026).
Aksi yang bertepatan dengan momentum reuni akbar gerakan masyarakat Pati tersebut berlangsung cukup panas. Massa bahkan sempat menduduki dan bertahan di ruang paripurna DPRD Pati hingga malam hari.
Koordinator aksi, Teguh Istiyanto, meminta seluruh anggota DPRD Pati hadir menemui massa. AMPB menegaskan bahwa mereka datang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan meminta wakil rakyat memberikan respons secara langsung.
“Kami tidak bermaksud menahan anggota DPRD. Kami hanya meminta seluruh wakil rakyat hadir untuk mendengarkan tuntutan masyarakat,” demikian sikap yang disampaikan Teguh istiyanto dalam aksi tersebut.
Salah satu tuntutan utama AMPB adalah agar DPRD Pati mengambil sikap mendukung percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Massa menilai aturan tersebut penting untuk memperkuat pemberantasan korupsi serta memungkinkan aset hasil kejahatan dikembalikan kepada masyarakat.
AMPB juga mendesak DPRD Pati menggelar rapat paripurna untuk menyatakan dukungan terhadap pengesahan regulasi tersebut.
Selain itu, massa menyuarakan pemberantasan korupsi secara tegas, penerapan hukuman berat bagi koruptor, jaminan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat miskin, serta kebijakan pemerintah yang dinilai harus lebih berpihak kepada rakyat.
Tuntutan lain yang disampaikan antara lain berkaitan dengan pajak yang dianggap memberatkan masyarakat, termasuk pajak bagi UMKM dan pedagang kaki lima.
Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menyambut kedatangan massa dan menyatakan bahwa aspirasi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah maupun DPRD akan ditindaklanjuti.
Terkait RUU Perampasan Aset, Ali menyatakan DPRD Pati mendukung, namun proses pengesahan undang-undang tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.
DPRD Pati menyatakan akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat.
Aksi AMPB kembali menunjukkan kuatnya perhatian masyarakat Pati terhadap persoalan pemerintahan, kebijakan publik, pemberantasan korupsi, dan keberpihakan pemerintah kepada rakyat.
Hingga malam hari, massa masih bertahan di lingkungan Gedung DPRD Pati dan meminta seluruh anggota dewan hadiri untuk mendengarkan tuntutan mereka.
Bagi massa, aksi tersebut bukan sekadar demonstrasi, tetapi bentuk pengawalan terhadap lembaga perwakilan rakyat agar aspirasi masyarakat tidak berhenti di ruang-ruang politik.
Jurnalis Hendri S
0 Komentar