Breaking News

Presiden RI Mohon Perhatikan Kondisi Atap Sekolah Tua Terancam Ambruk! Siswa SDN 2 Ketaon Boyolali Terpaksa Belajar Lesehan Demi Keselamatan


LIPUTAN KHUSUS BOYOLALI — Di tengah semangat menyambut Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), puluhan siswa SD Negeri 2 Ketaon, Kecamatan Banyudono, justru harus menjalani kegiatan belajar dalam kondisi yang jauh dari kata layak. Tiga ruang kelas mengalami kerusakan berat pada bagian atap, memaksa sekolah mengosongkan ruang demi menghindari risiko ambruk yang dapat membahayakan nyawa siswa dan guru. Begitu pula banyak sekolah tua di Indonesia yang perlu perhatian Presiden RI Jendral Haji Prabowo Subianto karena usia tua dan atapnya bisa ambruk. Sekolah adalah kunci generasi anak bangsa bisa cerdas dan menjadi pemimpin hebat di masa depan.

Kerusakan yang telah berlangsung hampir satu tahun itu terjadi pada konstruksi kuda-kuda dan balok penyangga atap yang melengkung bahkan sebagian hampir patah. Selama beberapa bulan terakhir, pihak sekolah terpaksa memasang penyangga bambu agar bangunan tidak roboh sebelum mendapat penanganan. 

Akibat kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke musala, ruang komputer, perpustakaan, ruang guru, hingga ruang kepala sekolah. Sebagian siswa pun harus belajar dengan duduk lesehan karena keterbatasan fasilitas.

Pihak sekolah telah mengajukan anggaran rehabilitasi sebesar Rp636 juta kepada pemerintah pusat. Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali menyatakan SDN 2 Ketaon telah masuk daftar prioritas revitalisasi. Tim pendamping dari Universitas Gadjah Mada (UGM) juga telah melakukan survei sebagai bagian dari proses pengajuan bantuan revitalisasi tahun anggaran 2026. Sebagai solusi sementara, Disdikbud berencana memanfaatkan gedung kosong SDN 1 Ketaon agar proses belajar mengajar berlangsung lebih aman dan nyaman. Bila memang harus di bangun baru maka Pemda harus mempersiapkan anggarannya.

Kerusakan ruang kelas bukan sekadar persoalan bangunan, tetapi menyangkut keselamatan anak-anak yang setiap hari datang ke sekolah untuk menuntut ilmu. Jangan sampai perbaikan baru dilakukan setelah terjadi musibah. Pendidikan yang berkualitas harus dimulai dari lingkungan belajar yang aman.

Jurnalis Hendri S

0 Komentar

© Copyright 2026 - UPDATE24JAM.ID