Breaking News

Dilema Sensus Ekonomi 2026: Di Balik Rompi Oranye, Ada Caci Maki yang Harus Ditelan


UPDATE 24JAM SRAGEN  – Niat hati menyukseskan program nasional demi pemetaan ekonomi yang akurat, apa daya kerikil tajam justru harus dihadapi para petugas Sensus Ekonomi 2026 di lapangan. Alih-alih disambut dengan data yang valid, sejumlah petugas sensus di wilayah Kecamatan Sambungmacan, Sragen, justru harus mengelus dada setelah mendapat penolakan keras hingga cacian verbal dari oknum warga.


Kisah pilu ini terungkap dalam rapat evaluasi tim sensus Kecamatan Sambungmacan yang digelar pada Minggu (12/7/2026). Di balik seragam oranye-hitam yang mereka kenakan, tersimpan cerita perjuangan yang tidak mudah demi mengetuk pintu demi pintu rumah warga.


"Sarjana Kok Cuma Kerja Sensus?"
Salah satu perlakuan kurang mengenakkan dialami oleh Dian, seorang petugas sensus lapangan. Saat mendatangi salah satu rumah warga untuk melakukan pendataan, ia justru mendapat komentar bernada merendahkan yang menyerang ranah pribadinya.


"Saya sangat menyayangkan respons beberapa warga. Ada yang sampai mencaci dan merendahkan dengan kalimat, 'Sarjana kok kerjanya cuma sensus, kayak gak ada pekerjaan lain aja,'" ungkap Dian dengan nada kecewa saat sesi evaluasi. 


Menurutnya, kalimat tersebut diucapkan dengan nada sinis yang cukup menyayat hati, padahal ia datang dengan sopan dan membawa misi negara.


Nasib serupa juga menimpa Fifiq. Sebagai rekan sejawat Dian yang juga bertugas di wilayah Sambungmacan, Fifiq mengaku mendapatkan perlakuan yang membuat psikologisnya kurang nyaman selama proses wawancara berlangsung. Tekanan verbal dan penolakan ketat dari warga membuat dinamika lapangan menjadi jauh lebih berat dari yang diperkirakan sebelumnya.



Mendengar keluh kesah yang dialami anggotanya, Petugas Pengawas Lapangan ( PML ) Sensus Kecamatan Sambungmacan, Martini angkat bicara. Ia membenarkan adanya laporan-laporan miring terkait penolakan ekstrem dari warga terhadap timnya.
"Benar, dalam evaluasi hari Minggu (12/7) ini, beberapa anggota tim memang mengadu dan menceritakan perlakuan kurang menyenangkan yang mereka terima dari beberapa oknum warga saat kunjungan," jelas Martini.


Meski demikian, Martini terus membakar semangat timnya agar tidak patah arang. Ia menekankan bahwa Sensus Ekonomi 2026 adalah fondasi penting bagi kebijakan pembangunan ke depan, dan edukasi kepada masyarakat yang masih awam atau skeptis memang memerlukan kesabaran ekstra. Bagaimanapun juga, para petugas berbaju oranye-hitam ini adalah ujung tombak yang sedang bekerja demi kepentingan data bangsa, bukan untuk mencari musuh di lapangan. 

Jurnalis : Bisyri Mushthofa

0 Komentar

© Copyright 2026 - UPDATE24JAM.ID