Breaking News

Viral di Medsos! Keluhkan Polusi Langes Pabrik Gula Mojo, Warga Sragen: "Daerahmu sakbendino ngeneki ora lur ? “


UPDATE 24JAM SRAGEN – Jagat media sosial di Bumi Sukowati mendadak geger setelah sebuah unggahan video memperlihatkan kondisi rumah warga yang dipenuhi jelaga hitam atau langes. Video yang dibagikan oleh akun bernama Rizky Hafid Yusa Pratama di grup Facebook populer "Info Wong Sragen" tersebut langsung menarik netizen, Minggu (28/06/2026). Polusi udara yang diduga berasal dari aktivitas Pabrik Gula (PG) Mojo Sragen ini dinilai sudah sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga sekitar.

Dalam unggahan yang viral tersebut, Rizky tidak hanya membagikan rekaman visual, tetapi juga menuliskan keluh kesahnya dengan kalimat tanya berbahasa Jawa yang sarat akan rasa frustrasi. " Daerahmu sakbendino ngeneki ora lur ?? Langes pabrik mojo," tulisnya dalam kolom takarir (caption). Kalimat singkat tersebut seolah menjadi perwakilan suara hati warga terdampak yang harus berdamai dengan abu hitam setiap harinya.

Tampak jelas dalam video berdurasi pendek itu, sang pemilik akun sedang berusaha keras membersihkan area lantai teras rumahnya. Alih-alih hanya berdebu biasa, lantai tersebut tertutup lapisan kotoran pekat berwarna hitam legam. Ia terpaksa menggunakan selang dan menyemprotkan air bertekanan cukup tinggi agar sisa-sisa pembakaran yang menempel kuat pada keramik bisa luntur dan hanyut.

Unggahan ini pun langsung diserbu oleh puluhan komentar dari warganet, khususnya sesama warga Sragen yang merasakan nasib serupa. Banyak dari mereka yang mengonfirmasi bahwa polusi langes dari pabrik gula bersejarah tersebut memang kerap menjadi "tamu tak diundang" yang menjengkelkan, terutama saat musim giling tiba. Keluhan demi keluhan mengalir deras di kolom komentar, menciptakan ruang diskusi yang hangat sekaligus prihatin.

Beberapa netizen ikut meluapkan kekesalannya dengan menceritakan repotnya menjaga kebersihan rumah di tengah gempuran abu pabrik. "Podo gonku yo keno langes, trus pie yen ngene ki terus kudune fihak sing berkompeten ndang bertindak amrih ono solusine.”  (sama seperti tempat saja juga terkena debu langes, terus bagaimana kalo begini harusnya pihak yang berkompeten saegera bertindak biar ada solusinya)," tulis akun @Wahyudi Didik Didik Didik di kolom komentar akun tersebut.

Tidak hanya mengeluhkan lantai yang kotor, sebagian warganet juga menyoroti dampak kesehatan yang mengintai, terutama bagi anak-anak dan lansia. "Omah sing gak plapon an mlebu kabeh…..mulok kow do usum watuk pilek… do keno polusi pabrik mojo “ ( Rumah yang tidak pakai plafon, masuk semua polusinya, makanya pada batuk dan pilek  terkena polusi PG Mojo)," komentar akun @SupportiveOtter8168 dengan nada cemas.

Hingga berita ini diturunkan, unggahan video tersebut masih terus dibanjiri respons  oleh beberapa pengguna jalan maupun warga sekitar lokasi pabrik. Masyarakat berharap pihak manajemen pabrik maupun dinas terkait segera mengambil tindakan nyata guna meminimalisir sebaran emisi langes agar roda ekonomi industri tetap berjalan tanpa harus mengorbankan ruang hidup yang sehat bagi warga Sragen. ( Bee Mush )

0 Komentar

© Copyright 2026 - UPDATE24JAM.ID