UPDATE 24JAM NGAWI – Gelombang aspirasi mahasiswa kembali memadati jalanan Kabupaten Ngawi. Tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Ngawi, massa menggelar aksi unjuk rasa bertajuk "Aksi 6+5" untuk menyuarakan sebelas poin tuntutan krusial yang mencakup persoalan skala nasional hingga kedaerahan.
Aksi massa yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026) ini memusatkan pergerakannya di tiga titik strategis. Para mahasiswa memulai orasi di kawasan ikonik Tugu Kartonyono, sebelum akhirnya bergeser menuju Kantor Pemerintah Daerah dan Gedung DPRD Ngawi untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Dalam dimensi isu nasional, aliansi ini membawa enam poin gugatan utama. Salah satu yang paling disorot adalah desakan untuk melakukan evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta kebijakan strategis nasional lainnya.
Selain itu, mahasiswa juga dengan tegas menyuarakan penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM. Mereka menuntut pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menurunkan harga berbagai bahan pokok yang kian membebani isi dompet masyarakat.
Tak hanya urusan isi piring dan dompet rakyat, aspek regulasi pun tak luput dari kritik. Massa mendesak pencabutan UU Polri dan UU TNI, menuntut reshuffle kabinet yang berbasis kompetensi, menghentikan pemborosan APBN pada proyek non-prioritas, serta mendorong percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Sementara itu untuk isu lokal, aliansi mahasiswa membawa lima persoalan daerah yang dinilai mendesak. Sektor pendidikan menjadi perhatian serius, di mana mereka menuntut peningkatan penanganan serta pendampingan yang lebih berpihak kepada korban kekerasan seksual di lingkungan sekolah dan kampus.
Menutup tuntutannya, para mahasiswa juga mendesak Pemkab Ngawi untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di TPA, melakukan reklamasi pada bekas tambang galian C yang telantar, serta menunjukkan keberpihakan nyata pada sektor pertanian melalui penurunan harga pupuk, baik subsidi maupun non-subsidi. ( BeeMush )
0 Komentar