UPDATE 24JAM SRAGEN – Rencana lawatan budaya Sri Sultan Hamengkubuwono X ke Bumi Sukowati dipastikan bergeser dari jadwal semula. Kunjungan bertajuk Muhibah Budaya tersebut resmi diundur menjadi pertengahan Juli mendatang. Meski demikian, denyut persiapan di lapangan sama sekali tidak mengendur.


Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Hargiyanto mengungkapkan, mundurnya jadwal kedatangan Raja Keraton Yogyakarta tersebut dikarenakan penyesuaian agenda. Sesuai schedule terbaru, Sultan dijadwalkan berada di Sragen pada kisaran tanggal 8 hingga 12 Juli nanti.


"Benar, mundur ke Juli. Tetapi untuk tahap awal, tim dari Provinsi DIY berkekuatan delapan orang tetap datang ke Sragen besok pagi (hari ini, Red) untuk melakukan supervisi," ujar Hargiyanto kepada awak media.


Tim dari Jogja tersebut bakal menyisir sejumlah titik krusial yang diproyeksikan menjadi rute rawuh-nya Sultan. Pergerakan dimulai pukul 09.00 WIB dengan sasaran pertama wilayah Kecamatan Masaran. Dari sana, tim bergerak menuju Kecamatan Gebang, Tanon, hingga Mondokan.


Hargiyanto menjelaskan, pemetaan lokasi ini dibagi dalam tiga klaster wilayah, termasuk opsi peninjauan hingga ke kawasan Jekawal. "Semua titik ini kami siapkan dan supervisi dulu, nanti kepastian akhirnya tetap menunggu persetujuan dari Sri Sultan," imbuhnya.


Seperti yang diberitakan sebelumnya, rencana kedatangan Sri Sultan HB X ke Sragen ini bukan sekadar kunjungan seremonial biasa. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan historis saat jajaran Pemkab Sragen melakukan ziarah ke Yogyakarta.


Hubungan emosional kedua daerah memang berakar kuat pada sejarah perjuangan Sri Sultan Hamengkubuwono I pasca-Perjanjian Giyanti, di mana Bumi Sukowati menjadi salah satu basis pergerakan penting sebelum berdirinya Keraton Yogyakarta.


Menguatkan jalinan sejarah tersebut, misi Muhibah Budaya kali ini akan diisi dengan transfer ilmu kebudayaan secara masif selama hampir sepekan. Tim ahli dari Jogja bakal menggembleng warga dan seniman lokal Sragen dalam pelatihan membaca macapat hingga seni tari di Pendopo Rumah Dinas Bupati. 


Hasil latihan kilat tersebut nantinya dipentaskan langsung di hadapan publik di kawasan Pemda Terpadu Sragen. Tak hanya urusan seni-budaya, momentum ini juga akan dikonversikan menjadi kerja sama formal yang saling menguntungkan. Pada sesi jamuan makan malam bersama yang rencananya juga dihadiri Pj Gubernur Jawa Tengah, Pemkab Sragen dan Pemprov DIY bakal meneken Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama antardaerah.


"Melalui kerja sama resmi ini, kita harapkan kedekatan historis antara Sragen dan Jogja bisa membawa dampak konkret bagi pembangunan dan kelestarian budaya ke depan," pungkasnya. ( BeeMush )