Jakarta - Ketua Umum Forum Koordinasi Penegak Hukum (Fokogakum), Dr. Tasrif M. Saleh, SH MH merespon semarak HUT Bhayangkara ke-80 tahun pada 1 Juli 2026.
Menurut Dr. Tasrif M. Saleh SH., MH HUT Bhayangkara ke-80 diwarnai dengan berbagai prestasi dan kinerja yang baik dari institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
"Berdasarkan survei, HUT Bhayangkara ke-80 diwarnai Kinerja Polri yang Semakin Baik," kata Tasrif dalam keterangan tertulisnya, Senin 29 Juni 2026.
Lanjut Tasrif, berdasarkan hasil survei Litbang Kompas 2026, menunjukkan bahwa 80,6 persen publik menilai kinerja Polri semakin baik, sebagai tanda bahwa tingkat kepuasaan masyarakat terus meningkat dan sangat tinggi.
"Tingkat kepuasan terhadap Polri juga meningkat dari 65,1 persen pada 2025 menjadi 67,6 persen pada tahun ini," kata Tasrif.
Akademisi Hukum Universitas Jayabaya ini juga menuturkan bahwa tingkat kepuasaan tersebut tidak terlepas dari aksi nyata Polri yang di antaranya yang paling berdampak dalam tiga hal.
Pertama, mendukung Program Asta cita Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya Polri menargetkan pengoperasian 1.500 SPPG guna memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat secara nasional.
Kedua, memberantas kejahatan. Menurut data Pusiknas Bareskrim Polri, periode Operasi Ketupat 2026 mencatat 11.067 kasus kejahatan yang terjadi sejak 13 hingga 25 Maret 2026. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan periode Operasi Ketupat 2025 yang mencatat 10.912 kasus.
"Jumlah kejahatan pada 2026 mengalami kenaikan sebesar 155 kasus atau sekitar 1,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun peningkatan jumlah terlapor sebanyak 379 orang mengindikasikan penegakan hukum mampu menjangkau pelaku kejahatan," ujar Tasrif.
Ketiga, kecepatan mengungkap kasus. Mengutip laporan berbagi sumber pengungkapan kasus kejahatan menunjukkan tren proaktif di berbagai wilayah dan skala nasional selama tahun 2026.
"Data Pusiknas Bareskrim mencatat 1.375 kasus narkoba pada dua pekan pertama tahun 2026 dan 11.067 kasus kejahatan selama Operasi Ketupat (Maret)," ujar Tasrif.
Kendati demikian, Tasrif mengingatkan bahwa Polri harus tetap menjadi institusi yang terbuka menerima setiap kritik yang konstruktif.
"Terus terbuka terhadap kritikan yang membangun membuat kinerja institusi semakin membaik dan dipercaya oleh Publik atau masyarakat," ujar Tasrif.
Tasrif menegaskan bahwa kritikan masyarakat dapat mendorong motivasi Polri untuk terus memperbaiki kinerja terutama pelayanan publik dan menjaga Kamtibmas.
Untuk diketahui, HUT Bhayangkara 2026 akan akan berlangsung pada tanggal 1 Juli. Penetapan tanggal tersebut melalui Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1964 menetapkan HUT Polri.
Narsum : Dr. Tasrif M. Saleh SH, MH
0 Komentar