Breaking News

Petugas Sensus Ekonomi 2026 Mulai Sisir Pelaku Usaha di Banaran, Sektor Pertanian Jadi Fokus


UPDATE 24JAM SRAGEN — Badan Pusat Statistik (BPS) tengah gencar melaksanakan kegiatan Sensus Ekonomi 2026 yang dijadwalkan berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 mendatang. Hajatan besar sepuluh tahunan ini bertujuan untuk memetakan struktur perekonomian secara komprehensif, termasuk menyasar para pelaku usaha di tingkat perdesaan, Jumat ( 19/06/2026 ). Di wilayah Sragen, para petugas mulai bergerak dari rumah ke rumah demi memastikan seluruh aktivitas ekonomi warga, baik skala mikro maupun makro, tercatat dengan akurat dan valid.

Aktivitas pendataan terlihat di Dukuh Kiping RT.48 Desa Banaran. Petugas Pengawas Lapangan (PML) bernama Martin (44) tampak mendampingi langsung petugas sensus lapangan, Fifiq ( 37 ) dalam melakukan kunjungan kerja. Kehadiran pengawas di lapangan ini menjadi bagian dari prosedur standar operasional untuk memastikan kualitas data yang dihimpun oleh petugas sensus serta meminimalkan terjadinya kesalahan teknis selama proses wawancara berlangsung.

Dalam kunjungan tersebut, tim sensus mendatangi kediaman Guntoro (52), seorang warga Kiping RT 48, Desa Banaran, yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani. Sektor pertanian dan ketahanan pangan lokal menjadi salah satu fokus penting dalam pendataan kali ini, mengingat kontribusinya yang besar terhadap roda perekonomian daerah. Proses wawancara berlangsung hangat namun tetap formal, di mana petugas mengumpulkan informasi terkait komoditas yang ditanam, biaya operasional, hingga sistem pemasaran yang digunakan.

Petugas Pengawas Lapangan, Martin menjelaskan bahwa pendampingan langsung seperti ini sangat krusial untuk menjaga akurasi data di sektor informal dan pertanian. Menurutnya, pemahaman warga mengenai aset ekonomi terkadang masih perlu digali lebih dalam melalui pendekatan yang humanis. "Kami ingin memastikan bahwa setiap detail usaha, sekecil apa pun, dapat terpotret dengan benar. Sektor pertanian di perdesaan seperti di Banaran ini adalah fondasi ekonomi, sehingga validitas datanya akan sangat menentukan arah kebijakan pemerintah ke depan," ujar Martin di sela-sela kegiatannya.

Di sisi lain, Fifiq selaku petugas sensus dengan teliti menulis setiap jawaban yang diberikan oleh pemilik rumah ke dalam sistem pendataan digital. Proses digitalisasi data sensus tahun ini diharapkan mampu mempercepat rekapitulasi dan meminimalkan risiko kehilangan berkas fisik. Kerjasama yang baik antara pengawas dan petugas lapangan terbukti membuat alur komunikasi dengan responden berjalan lebih lancar dan efektif.

Sementara itu,  Guntoro menyambut baik kedatangan para petugas sensus di rumahnya. Meski awalnya sempat merasa bingung dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan, ia akhirnya memahami pentingnya program nasional ini setelah mendapatkan penjelasan dari petugas. "Awalnya saya kira ada pemeriksaan apa, ternyata pendataan untuk ekonomi. Sebagai petani, saya berharap lewat sensus ini pemerintah bisa lebih tahu kondisi riil di bawah, sehingga bantuan atau kebijakan pupuk dan harga panen nantinya bisa lebih tepat sasaran bagi kami," ungkap Guntoro dengan penuh harapan.

Kegiatan yang akan berlangsung selama kurang lebih dua setengah bulan ini diharapkan mendapat dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. Pihak BPS mengimbau agar warga memberikan jawaban yang jujur dan apa adanya kepada petugas yang datang membawa identitas resmi. Data yang terkumpul dari Sensus Ekonomi 2026 ini nantinya akan menjadi landasan utama bagi pemerintah dalam merancang strategi pembangunan ekonomi nasional yang inklusif untuk beberapa tahun ke depan. 

“ Kehadiran kami di tengah masyarakat murni untuk melakukan validasi yang objektif, bukan untuk merugikan warga. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak ragu memberikan data aset yang riil dan jujur. Kejujuran warga adalah kunci utama demi terciptanya transparansi data yang valid dan demi kelancaran program ke depan” pungkas Martin. ( Bee Mush )

0 Komentar

© Copyright 2026 - UPDATE24JAM.ID