KEKUATIRAN TAKTUNG SENIOR CAP GOMEH BENGKAYANG 2026


Berita update 24jam BENGKAYANG, 26 Februari 2026

Merayakan tradisi Cap Gomeh yang menjadi bagian penting dari kehidupan budaya dan keagamaan masyarakat Tionghoa di Bengkayang kini menghadapi suara kekhawatiran dan kekecewaan dari sebagian warga, terutama para taktung senior yang selama ini telah aktif berpartisipasi dalam perayaan tahunan tersebut. 

Banyak pihak menyampaikan harapan agar panitia penyelenggara dapat lebih berhati-hati dalam menangani penerimaan taktung baru dan tetap menghargai kontribusi dari para taktung lama, mengingat aktivitas dalam perayaan Cap Gomeh melibatkan aspek keamanan yang menyangkut nyawa manusia.
 
Sejumlah taktung senior yang telah bertahun-tahun terlibat dalam merayakan Cap Gomeh mengaku merasa kecewa setelah mendaftar untuk berpartisipasi tahun ini namun ditolak dengan alasan pendaftaran telah ditutup. Kondisi ini menjadi semakin mencuat ketika diketahui bahwa sejumlah besar taktung baru justru semuanya diizinkan untuk bergabung dalam perayaan. 

Perbedaan perlakuan ini mengundang berbagai pertanyaan dan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terkait dengan transparansi dan kebijakan yang diterapkan oleh pengurus Pekong beserta jajarannya yang menjadi penyelenggara utama acara tersebut.
 
"Saya sudah ikut menjadi taktung selama lebih dari 15 tahun, setiap tahun selalu berpartisipasi dan membantu memastikan perayaan berjalan dengan aman dan lancar. Tahun ini saya datang mendaftar sesuai jadwal yang saya ketahui, tapi dikatakan sudah tutup. Namun saya melihat banyak orang baru yang tidak pernah ikut sebelumnya justru bisa masuk dengan mudah. Saya merasa tidak dihargai sebagai orang yang sudah lama berkontribusi," ujar salah satu taktung senior yang tidak ingin disebutkan namanya.
 
Masyarakat juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penerimaan taktung baru, mengingat tugas taktung tidak hanya berkaitan dengan upacara budaya namun juga melibatkan tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan seluruh peserta dan penonton. Para taktung perlu memiliki pemahaman yang baik tentang tata cara upacara, serta kondisi fisik dan mental yang prima agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan menghindari terjadinya kejadian yang membahayakan nyawa.
 
"Kita tidak keberatan dengan adanya taktung baru yang ingin bergabung dan belajar tentang tradisi kita. Namun yang menjadi perhatian adalah bagaimana proses seleksi dan penerimaan dilakukan. Apakah ada standar yang jelas? Mengapa para senior yang sudah berpengalaman justru ditolak sementara yang baru tanpa pengalaman bisa langsung diterima? Ini perlu dijelaskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan menjaga keharmonisan dalam masyarakat," ujar seorang tokoh masyarakat Bengkayang.
 
Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pengurus Pekong dan panitia penyelenggara Cap Gomeh terkait dengan keluhan dan kekhawatiran yang diajukan oleh masyarakat dan para taktung senior. Masyarakat berharap pihak penyelenggara dapat segera memberikan klarifikasi terkait kebijakan pendaftaran tahun ini, serta melakukan evaluasi untuk memastikan bahwa perayaan Cap Gomeh tahun depan dapat berjalan dengan lebih baik, menghargai kontribusi dari semua pihak, dan tetap menjaga keselamatan serta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Niko Frangkas