UPDATE 24JAM SRAGEN – Tragedi maut yang merenggut nyawa WAP, 13, di SMPN 2 Sumberlawang memicu gelombang evaluasi besar-besaran di tubuh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen. Tak hanya soal pengawasan, potret buram kekurangan formasi pimpinan sekolah hingga ancaman sanksi disiplin bagi tenaga pendidik kini menjadi sorotan utama.
Kepala Disdikbud Sragen, Purwanti, mengungkapkan bahwa pihaknya telah bergerak sejak hari pertama insiden terjadi. Selain mendampingi keluarga korban hingga proses pemakaman yang juga dihadiri Bupati Sragen, dinas kini fokus membenahi celah pengawasan yang memicu terjadinya duel maut di jam pelajaran.
Purwanti mengakui adanya faktor kelalaian dalam pengawasan saat insiden pecah. Guru matematika yang seharusnya mengajar di kelas pelaku, diketahui tengah bertugas sebagai proktor Tes Kemampuan Akademik (TKA) di laboratorium komputer. Sementara guru IPS di kelas korban, sempat meninggalkan ruang kelas selama beberapa menit untuk menenangkan siswa lain di ruang guru.
"Kami mengakui pengawasan saat itu tidak maksimal. Sebagai tindak lanjut, kami sedang menggodok Surat Edaran (SE) tentang pengetatan pengawasan anak di sekolah. Draftnya akan segera kami ajukan ke Bupati hari Senin besok," tegas Purwanti saat ditemui di kantornya, Jumat (10/4/2026)
Selain SE Pengetatan, Disdikbud juga mewacanakan pengadaan CCTV di titik-titik rawan sekolah menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hal ini diharapkan mampu menutup blind spot yang tidak terpantau secara fisik oleh guru piket.
Terkait instruksi Bupati Sragen mengenai sanksi bagi pihak yang bertanggung jawab di sekolah, Purwanti menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada Inspektorat Kabupaten Sragen. Saat ini, pemeriksaan terhadap guru dan kepala sekolah yang bersangkutan tengah berjalan guna menentukan jenis sanksi disiplin ASN yang akan dijatuhkan.
"Sanksinya masih diproses di Inspektorat. Kami menunggu hasil investigasi resmi terkait pelanggaran disiplin pegawainya," tambahnya.
Sekretaris Disdikbud Sragen, Sukisno, menambahkan bahwa tim internal telah diterjunkan untuk mengusut tuntas peristiwa ini secara administratif. Dinas berkomitmen untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat agar insiden serupa yang tercatat pernah terjadi di lokasi yang sama beberapa tahun silam tidak terulang kembali. ( Bisyri )
