BERITA UPDATE 24JAM Bengkayang Kalbar
Berpatualang ke Gunung Serantak Kecamatan Lumat Desa Tiga Berkat Gunung Serantak sangat baik menanam rasa cinta kepada hutan atau gunung yang memiliki makna budaya yang mendalam bagi masyarakat setempat.
Setiap tahun, mereka menggelar upacara adat untuk menghormati gunung sebagai pelindung dan pemberi rejeki. Ketika awak media sampai di puncak gunung serantak. untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyrakat setempat diterima baik dengan ramah beberapa diantara mereka menyampaikan nilai-nilai tentang pentingnya menjaga kelestarian alam kepada generasi muda.
Menurut pak Sono lebih suka di panggil RAMON (42 tahun) seorang penduduk lokal yang telah lama hidup di kaki gunung sejak usia dini. Beliau boleh di katakan juru kunci.
"Gunung Serantak adalah tempat masyarakat mengais rejeki sejak nenek moyang ratusan tahun yang lalu. Kakek buyut saya dulu mencari rejeki di sini, ayah saya melanjutkannya, dan sekarang saya juga bahkan anak cucu saya bagaimana cara hidup berdampingan dengan alamnya dengan bijak. Kita semua menjaga hutan dan gunung yang tidak boleh dirusak oleh pihak manapun"
Menjaga Sumber Rejeki untuk Masa Depan
Meskipun menghadapi tantangan dari aktivitas tambang liar yang pernah mengganggu keseimbangan alam, masyarakat bersama pemerintah daerah kini bekerja sama untuk melindungi dan mengelola sumber daya Gunung Serantak secara berkelanjutan. Pengembangan dan pelatihan pengolahan hasil hutan menjadi upaya untuk memastikan sumber rejeki turun temurun ini tetap lestari bagi anak cucu mendatang.
Ketika di konfirmasi kepada tokoh masyarakat yang menyandang Panglima Perang Dayak Simson mihay S.th beliau menegaskan agar Masyarakat Dayak dan Masyarakat setempat memang diwajibkan menjaga hutan dan Gunung dan siapapun tidak boleh mempersulitkan pihak Masyarakat Dayak menjaga Alam Hutan dan Gunung yang menjadi sumber rezeki. Sudah dari jaman Belanda sampai era sekarang hutan dan gunung Serantak tersebut di anggap sumber rejeki keluarga masyarakat setempat yang di anggap Sedaging dengan Masyarakat. Masyarakat Dayak penjaga alam selamanya.
Jadi apapun alasan nya tempat tersebut merupakan Periuk nasi bagi masyarakat Kecamatan Lumat dan sekitarnya, bahkan berapa banyak investor keluar masuk baik legal maupun ilegal masyarakat tidak pernah memperdulikan dengan catatan masyarakat Dayak juga ada hak untuk mencari rejeki selagi tidak mempersulit kan masyarakat pendatang kata nya
Narasumber : Ramon dan Panglima Perang Dayak Simson mihay S.th
Jurnalis: Niko frangkas
KABIRO : Bengkayang
