Update 24 jam Kal - Bar
Kelangkaan tabung gas LPG 3 kg harus menjadi perhatian satgas migas dan pemerintah Kal - Bar.
Harga menjadi tidak normal dan membuat mahal ketika Masyarakat mau membeli.
Aduan masyarakat kepada Tim media. TONI terkesan bahwa ada hal yang tidak beres dengan manajemen penampung gas mulai muncul di kalangan warga Bengkayang, seperti yang disampaikan Toni, salah satu masyarakat yang merasa terdampak kelangkaan dan kenaikan harga tabung gas 3 kg belakangan ini.
Kecurigaan Terkait Alokasi dan Distribusi dari Penampung
Menurut Toni, banyak warga merasa kebingungan mengapa stok gas seringkali tidak sampai ke agen-agen di tingkat kecamatan atau desa padahal sudah ada penampung gas di wilayah Bengkayang.
"Kita dengar ada penampung gas, tapi kenapa ya sering habis di lapangan ? Sepertinya ada yang tidak transparan soal alokasi dan bagaimana gas tersebut didistribusikan," yang
Masyarakat menilai ini juga terkait dengan informasi yang kurang jelas mengenai jumlah stok yang masuk ke penampung, serta bagaimana mekanisme pendistribusiannya ke titik penjualan akhir.
Beberapa warga menduga ada oknum yang mengambil keuntungan dengan mengalihkan pasokan dari penampung ke daerah lain atau menjualnya secara tidak resmi dengan harga lebih tinggi.
Masyarakat berharap Pemerintah dan satgas migas Periksa Sistem Manajemen para Penampung atau Agen Gas LPG Melon.
Satgas Migas harus melakukan sidak di Kabupaten Bengkayang untuk melakukan pemeriksaan terhadap sistem manajemen dan operasional penampung gas di daerah tersebut apakah ada penyimpangan dalam proses pengelolaan stok. Agar segera di tanggapi ujar Toni. Tangkap saja bila ada Mafia gas LPG di Kal - Bar atau di setiap wilayah Kabupaten.
Jurnalis Nikofrangkas
KABIRO: Bengkayang KAL-BAR
